Showing posts with label Yaziders Big Band. Show all posts
Showing posts with label Yaziders Big Band. Show all posts

Monday, May 27, 2013

Tentang Abeh

[was taken at Anyer at 10 April 2004, not long from Alfin birth date, it was on my maternity leave...love this pict alot, as if Abeh watching over his future life]

[was taken at Puncak Raya, Abeh's all time fave place at 1 Dec 2003, during leisure time...watching over his grandsons and great grandsons playing badminton and else]

[the above 3 potos are taken in Puncak Raya agaiinnnn.... At 14 Okt 2010 during halal bihalal, each Family was photographed after having pengajian in small mushala]

[was taken in his 80th birthday at 2008, among his daughters and daughters in laws....though it was incomplete)

[was taken at 12 April 2011 or about 9 days after Farrih born.....ini Farrih lapor diri....]

 

Abeh menghadap-NYA ? itu memang yang beliau tunggu … sudah lama bahkan.

Ketika Aki (kakekku) yang berusia seumur dengan Abeh menghadapNYA di tahun 2007, Nampak semburat kesedihan di mata Abeh… dari mulut beliau mengalir cerita bahwa teman-temannya telah satu persatu pergi, abeh sekarang tinggal nunggu waktunya, begitu yang beliau tegaskan…. Saya bahkan secara tidak sengaja mengtahui bahwa beliau menyimpan kain kafan-nya sendiri sejak lama…  

 

Meskipun sudah tahu akan keinginan beliau, dan betapa penyakit telah menggerogotinya 2 tahun terakhir ini, namun tetap saja, ketika pintu maut benar-benar datang mengetuk, saya tidak siap….

 

kedukaan saya yang di-ekspresikan lewat email kepada teman-teman di kantor mungkin hanya terwakilkan seperti ini.....

 

Teman-teman,

Atas nama suami dan keluarga HM Yazid Zaenuddin, saya mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian semua.

Sedikit intermezzo tentang Abeh (demikian beliau memanggil dirinya …juga kami, anak, mantu, cucu sampe cicit):

Kami mengetahui Abeh sudah sangat siap menghadapi maut, beliau kerap bercerita bahwa usia-nya adalah usia bonus, sehingga Abeh hanya tinggal menunggu saja….Abeh bahkan telah bertahun-tahun menyimpan kaen kafan-nya di lemari kamarnya... tetap saja…ketika beliau pergi, kami semua kehilangan.

Buat saya pribadi, "abeh" demikian kami memanggilnya, bukan hanya sosok mertua tapi juga ayah.

Abeh hanya memiliki 15 anak dan hanya 1 orang isteri (hal yang ganjil untuk pandangan orang umum tentang seorang Betawi), dan paling tidak 1,5 tahun lalu beliau masih

(dengan romantis-nya) memperbaiki jahitan baju isterinya.

Abeh bukan Betawi kolot, beliau masih membaca Koran dan menonton TV, serta mengomentari hal-hal yang aktual.

Beliau mengajarkan kepada kami apa arti dari perjuangan dan kerja keras, tidak hanya dalam bentuk kata-kata tapi dalam tingkah laku.

Kami mencintainya, tapi Allah SWT lebih mencintai beliau. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal dan perbuatan-nya, melancarkan jalan untuk menghadap-NYA dan  membukakan pintu Jannah baginya…amin.

Sekali lagi saya sampaikan terima kasih, hanya Allah SWT yang dapat membalas kebaikan dan perhatian rekan-rekan sekalian. 

Regards,

 

Tapi nyatanya abeh berarti lebih dalam dari itu...

 

Berbicara Tentang Abeh ... saya malah bingung harus mulai dari mana, dan dari scope apa, karena abeh sepertinya terlihat simple tapi nyatanya tidak....

 

Abeh is a Religious Soul

 

Yup, it is undeniable, selain dilahirkan dari seorang ustad "guru Udin", Abeh memang sosok religious. Doa-doa Abeh selalu jadi bahan contekan anak-mantu dan cucu-nya….  Ketika tidak sakit, abeh selalu shalat di mesjid, menjelang akhirnya beliau tidak mampu berjalan ke mesjid, salah satu kakak ipar bertugas khusus mengantar jemput abeh untuk shalat subuh di mesjid.

 

… anak-cucu-mantu yang lain mungkin jauh lebih dapat menceritakan abeh di bidang satu ini…

 

yang jelas yang ku lihat, abeh tak segan untuk beramal, setiap menjelang puasa, abeh terbiasa untuk memintaku menukar sejumlah uangnya dengan recehan tertentu agar mudah membagi apabila ada yang meminta dan datang ke rumah beliau…. Yang berikut ini mungkin agak takes time untuk ditiru tapi harus ditiru … Abeh merelakan tanahnya untuk menjadi wakaf tanah mesjid…bahkan dalam salah satu pembicaraannya mengenai waris Abeh pernah menyampaikan wacana mengenai living asset yang disewakan dan hasil-nya  murni untuk digelontorkan ke ladang amal….

 

Abeh is a living example of hardwork

 

Abeh once pernah bercerita kepada saya tentang usahanya, dari situ saya menyimpulkan bahwa beliau dari dulu adalah seorang pekerja keras, kunci kesuksesan Abeh adalah beliau tidak pernah langsung memetik hasil investasi pertama-nya, tapi buah dari investasi kedua, Abeh menekankan bahwa beliau bukan karyawan (seperti saya) yang menerima dan dapat mengharapkan gaji bulanan, karenanya abeh harus pintar mengelola keuangan keluarga.

 

Abeh dulu menjahit dan menjual baju jahitannya bahkan punya merk sendiri bernama "semaksud"

Barang jahitan diantarkannya dengan sepeda bahkan sampai pasar Senen…..

 

Setua ini pun, Abeh tidak segan mengelola rumah kontrakannya dengan turun langsung dan membersihkan rumah bilamana dirasa perlu….

 

Abeh is an organized Man

 

guess what…setiap rumah kontrakan Abeh itu ada Perjanjian secara tertulis !!!  itu salah satu contoh betapa rapi catatan beliau.

 

Yup, Abeh memang orang yang paling terorganisir yang pernah saya kenal,  Abeh itu selalu punya catatan untuk hal apapun...

 

Di setiap awal tahun, Abeh tidak pernah absen untuk meminta saya kalender duduk, yang beliau pajang di meja kerja yang ada di kamarnya ....  Meski sudah 2 penanggalan terakhir ini abeh tidak lagi minta :-(

 

Pengalaman yang menurut saya paling berharga, adalah untuk memenuhi permintaannya membuatkan silsilah keluarga, Abeh suatu saat mengajak saya duduk dan memperlihatkan catatan mengenai tanggal lahir, waktu dan nama bidan dari ke 15 anaknya...semua dalam satu log book.... Catatan yang seharusnya ada di buku silsilah yang belum kelar sampai dengan saat ini (akibat terus growingnya Yaziders ... maaf ya Abeh…)

 

Abeh is a family Man

 

Abeh itu sayang sekali sama enyak, meski manja-nya juga gak ketulungan, enyak jauh sebentar saja sudah di-cek. Tapi apapun permintaan enyak selalu dipenuhi. Abeh tidak segan memperbaiki baju enyak dengan mesin jahit tuanya bahkan membuatkan enyak dalaman yang menurut enyak nyaman dipakai (iyalah … penuh cinta soalnya ya nya!)

 

Abeh punya hints tentang pasangan hidup bagi  anaknya.... Salah satunya seperti yang pernah saya ceritakan langsung ke Mama Nungki …. Abeh memang very supportive dan Abeh adalah pendengar yang baik ... Saya pernah cerita tentang apa itu "email" ke abeh atau bahkan membahas hal-hal yang faktual di televisi.

 

Abeh tidak lupa nama cucu-cucunya, yang unik beliau memanggil Alfin dengan Alfain (dua ribu)….beliau bahkan sempat menggendong Farrih untuk meredakan tangisnya padahal saat itu beliau tengah sakit dan kami semua tengah shalat tarawih di ruang tengah ….


Banyak sekali pengalaman dengan Abeh yang sarat dengan contoh dan ilmu yang dapat diamalkan…. Selamat jalan Abeh, kami yakin ALLAH SWT menyayangi Abeh sebagaimana kami juga menyayangi Abeh...

Sunday, May 15, 2011

Farrih first long trip (Bandung)


Minggu, 15 Mei 2011

Dalam rangka pernikahan adek bontot-nya Mama Nungki, kita rame-rame ke Bandung, well actually Abang sama Abang Alfin sich gak ikut... berhubung terlalu pinuh ...
Istilahnya Papa...karena botol susunya dibawa, Farrih harus ikut...then up we go... Pergi lah kita ke Bandung...bismillah...

praktis yang pergi adalah:
- Enyak, Papa, Mama & Farrih
- Mama Een, Om Ipik, Tante Nurul & Bang Fajar
- Ayah Qosim, Mama Izah & Kak Muna
- Rombongan Mama Bibah dan Keluarga Kak Yanti yang langsung menuju Salman ITB untuk nengokin Bang Eza.

Seiring dengan ulang tahun Papa hari ini...love u papa :-)

oya ..route-nya karena masih lumayan pagi..kita menuju Heritage dulu di Riau ..hihihi..ada cerita lucu, Ayah Qosim pikir Heritage itu gedung kawinan makanya sebelum turun udah sibuk make sepatu segala hahaha.... jajan-jajan kecil dulu disitu ya... batagor n somay berikut ice cream durian hemmm yummy... terus dilanjut menuju tempat kondangan ditutup dengan belanja di Kartika Sari... ech penutupnya sich ngambil batagor di Alex - ruko deket Setrasari..ealahhhh pulangnya khan mau gak mau lewat traffic light Pasteur..nge-jammmm... namanya juga libur kejepit...

udah urusan beres..then off we go !!!


Heritage







masih di depan Heritage



rebutan snack

  
nyampe juga di tempat Hajat


mau pergi..cenghar


take a break after shopping @ Kartika Sari


Friday, October 30, 2009

Abang kami telah pergi ...

Hari ini, Ayah Ahmad -begitu kami biasa memanggilnya- telah kembali...



Ayah Ahmad adalah kakak tertua di Yaziders clan.

He's not only 'regular and ordinary brother' to me.

He's the guardian for us.

He keeps remind us the importance of silaturahim along Yaziders family (in fact It's probably his will).

He's the glue sticking the family and keep this family altogether.

He elegantly represent the family...

He's everything for us...



Abang, dengan 'abangnya' tak pernah menggunakan kewenangannya dengan semena mena....

Abang bukanlah anak tertua yang egois.

Abang listens

Abang is so humble, for that we respect him a lot.

Abang with his sense of humour.

Abang is actually my husband's oldest brother, tapi aq selalu merasa He's the real brother for me too.



Setiap adeknya punya cerita khusus tentang Abang yang supportive...



Selamat jalan Abang, semoga jalan kesana lancar dan mulus...

pertanda baik menurutku karena Abang pergi di hari baik....



30 Oct 09

Abang H Zaki Ahmad Zainuddin

Saturday, February 14, 2009

Gang Belakang on Batik


suatu pagi di gang belakang, gerombolan SDI An Nizommiyah bersiap untuk pergi ke sekolah... jangan salah ya..ini bukang tukang ojeg...tapi para bapak yang bersiap mengantar anak-anaknya mostly jagoan kecuali Nabilla...


from left to right:

Papa with Daffa & Alfin

Papa Nunung with mas Arief, Bang Faris & Bang Reyhan

Om Ipik with Nabila & Iqbal.



Monday, January 26, 2009

demam internet & Acer Aspire

Di Gang Belakang sekarang ada hotspot (lagi)...alhamdulillah akhirnya...Internet murah kini bukan lagi mimpi ... mana sekarang ada laptop yang harganya cukup miring dibanding dulu-dulu...misalnya aja Aspire One 3G...dengan harga US$ 599 cash Back US$30 kalo dikurs sekitar 6,5 to 6,7 jt-an udah cukup memenuhin keinginan handy-mobile dan nginternet dimanapun karena modem-nya udah plug di dalem.

Dan the Hilmi's udah berprestasi dengan 'meracuni' several Yaziders and several Co-workers untuk beli gadget serupa xixixixi...kalo ada program member get member, kayaknya udah berapa point nich yang kita dapet, ya Pah???
praktis hari ini ada sessi workshop Internet gratis di Gang Belakang .... sayang Papa Ocid lagi menghilang sebentar jadi nggak tertangkap camera... ini sessi lanjutan dari sessi tadi malem lho....
Nah kalo yang di bawah ini Om Ipik lagi bukain yahoo ama FB buat isterinya tercinta...hahaha....welkomen to cyber world ya...

Tuesday, June 24, 2008

Atribut untuk Kak Nunki

setelah lamaaaaa nggak ada internet access kecuali Telkomnet (yang mengandung bahaya laten... lama download tapi mahal pulsa) dan 3G di HP (yang cepet banget...tapi layarnya kecilll), akhirnya datang good news dari Ipar Suroboyo-ku.

rupanya setelah mendesel cukup lama, karena proses Surat Keterangan Guru untuk Ipar Semarang-ku nggak jadi jadi (maklum ngejar diskon Speedy tadinya.....) akhirnya Kak Nunki dengan segala keperkasaannya mendatangi kantor Telkom....waduh kok sound familiar seperti itu lho...rombongan supporter dari daerah Jawa Timur sono....hehehe....becanda dink...dan terealisasi-lah koneksi internet Speedy...koneksi-nya so far lumayan banget, dibanding First Media dulu yang kadang-kadang byar pet...

alhamdulillah, terima kasih ya Kak Nunki... akhirnya bisa bersenang-senang lagi...walo hati was was... jangan-jangan udah kelebihan quota nich kita? padahal udah pake ngelarang anak-anak maen game online ya....

hehehe....OK dech jangan lupa nagih Eneng akhir bulan ya... biasa untuk saweran ... hehehe...

Monday, May 26, 2008

Kolaps dan Narciss di Arisan keluarga Yazid

Setelah mengancam berminggu-minggu agar gank belakang nggak pada bersepeda khusus di hari minggu terakhir di bulan Mei ini..karena ada hajatan yang jadi milik kolektif gank belakang karena di rumah kakak langsung dari misua kedapetan giliran arisan...sampailah hari itu...

Dengan suka cita kita mah menawarkan keahlian (bukan khusus) jamak..beli kue blok m...uhuyyy... Pergilah kita ke blok m...harga ternyata memang udah pada naek at least 20 pct more...

Sampe rumah...untungnya punya asisten bisa masak, so sementara ngurus anak-anak jadi tanggung jawab ibu dan bapaknya...si mbak ndapet giliran untuk masak sop, nyiapin sambel dan lalap.

Ketika acara arisan dimulai...selesai baca Yasin...sempet ngeluh ke adek ipar kalo kepala pening..ngeloyor sebentar ke rumah...maksudnya si mo berbaring aja dulu...gak tahunya jadi gak inget apa-apa alias ketiduran, itu juga dibangunin Aa gak sengaja... Dan itu adalah waktu makan Arisan yang nyaris berakhir dan para maid udah mulai cuci-cuci piring...so gak tahu ada kericuhan soal kurang nasi...kegirangan Daffa yang disuruh enyak ambil hasil arisan terus hanya teriak yes...dan kabur membawa kertas itu pergi...semua kontan bengong...ternyata 2 bulan lagi giliran di rumah kita huahaha....alhamdulillah...

Sebenarnya beberapa kesempatan lalu sempet bilang sama Kak Nunki...gimana caranya supaya bisa menang untuk giliran Juli...maklum banyak rencana di bulan itu lahhhh...insya Allah...soalnya untuk azas keadilan di keluarga Yazid nyaris gak ada kesempatan untuk membarengkan niat keluarga secara pribadi dengan arisan...kalo arisan ditunggangi dengan pesta pribadi gak masalah...yang masalah adalah sengaja memesan next arisan karena ada ultah perkawinan atau apa...pasti ditolak...makanya seneng juga nich..tinggal ngerayu Alfin untuk disunat aja hehehe...sekalian ngerayain hut dia gitu lho....

Setelah arisan selesai....acara narsis dimulai...apalagi kalo foto bersama...sayangnya keraguan kita terjawab karena separuh jepretan bang Nunung sang tuan rumah gambarnya kabur...praktis abis itu fotoooo lagi....

Malemnya pesta di gank belakang berlanjut dengan makan malam menu leftover acara siang hehehe....ech ternyata adek Assya dateng karena kata bapak ibunya rewel...mau dipijet...itu mah kangen kali Om dan Tante ..kangen ama uwaknya dan sepupu-sepupu gantengnya...Alfin aja gak mau tidur sampe om dan tantenya pulang...padahal Alfin udah maen seharian..well ternyata karena capek ngkali susah banget memulai waktu tidur padahal besok rencananya mau pergi ke negeri Jiran (ini kemakan tulah kayaknya karena gara-gara conflict Indonesia dengan negara tsb, sempet bete dan berniat gak mau dateng kesitu....ternyata nasib berkata lain) semoga gak ada masalah ya...amin